Langsung ke konten utama

Teori Pendidikan

      Mengapa kita harus mempelajari teori pendidikan? Karena yang kita hadapi dalam pendidikan adalah manusia. Berbicara tentang manusia akan menyangkut harkat, derajat, martabat, dan hak asasinya. Perbuatan mendidik bukan suatu perbuatan serampangan, melainkan suatu perbuatan yang harus betul-betul didasari, dan disadari dalam rangka membimbing manusia pada suatu tujuan yang akan dicapai.
  Walaupun kita telah  memahami berbagai teori pendidikan, namun kita tidak boleh beranggapan bahwa kita telah memiliki resep untuk menjalankan tugas dalam pendidikan. Dalam pendidikan tidak dikenal suatu resep yang pasti (mutlak), karena yang utama dalam pendidikan adalah kreativitas dan kepribadian pendidik. Dalam kaitan ini Prof. Sikun Pribadi (1980) mengemukakan:
Itulah sebabnya mengapa suatu upaya pendidikan tidak dapat dan tidak boleh di kemukakan dalam bentuk resep atau aturan yang tetap untuk dijalankan. Yang penting bukan resepnya. Melainkan kepribadian dan kreativitas pendidik sendiri. Pendidikan (walaupun harus didukung oleh ilmu pendidikan atau pedagogik) dalam pelaksanaannya lebih merupakan seni dari pada teori.
Setiap tindakan dalam pendidikan tidak akan dengan sendirinya dapat menerapkan teori yang ada, walaupun telah teruji, berhasil di praktikkan di tempat/negeri lain. Dalam pelaksanaan dengan segala aspek kepribadiannya, memperhatikan kepribadian pendidik, memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan, tujuan yang akan dicapai yang bersumber pada falsafah dan pandangan hidup manusia dimana pendidikan berlangsung.
    Pendidikan memerlukan teori pendidikan, karena teori pendidikan akan memberikan manfaat. Teori pendidikan dapat dijadikan seagai pedoman untuk mengetahui arah dan tujuan yang akan dicapai. Teori pendidikan berfungsi untuk mengurangi kesalahan-kesalahan dalam praktik pendidikan. Dengan memahami teori,kita akan mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Teori pendidikan adapat dijadikan sebagai tolak ukur samapi dimana kita telah berhasi melaksanakanan tugas dalam pendidikan.
    Dalam Dictionary Americana dijelaskan bahwa teori adalah Asystemic arrangement of fact with respect to some real or hypothetical laws, A hypothetical explanation of phenomena, A hypothesis not yet empirically verified, An Exposition of general or abstract principles of any science of humanity which have been derived from practice, A plan or system suggested as a method af action, A doctrin or scheme of thing resting merely on speculation contemplation, supposition, or conjecture.
Berdasarakan kutipan diatas teori dapat diartikan sebagai, suatu susunan yang sistematis tentang fakta-fakta yang berkaitan dengan dalil-dalil nyata atau dalil-dalil hipotesis. Suatu penjelasan hipotesis tentang fenomena atau sebagai hipotesis yang elum teruji secara empiris. Suatu eksopsisi tentang prinsip-prinsip umum atau prinsip-prinsip abstrak ilmu humaniora yang berasal dari praktik. Suatu rencana atau system yang dapat dijadikan sutau metode bertindak. Sutau doktrin atau hukum yang hanya didasarkan atas renungan spekualtif.
  Menurut teori koherensi, kebenran suatu teori bukan bersesuaian dengan realitas. Melainkan kesesuian secara harmonis dengan pengetahuan kita yang telah kita miliki, kesesuaian dengan sumsi-sumsi, kesesuaian dengan skioma-aksioma atau dalil-dalil yang berlaku. Teori yang kedua ini menggunakan cara berpikirrasional deduktif. Dapat bersumber pada hasil pemikiran filosofi yang telah ada, atau aksioma yang ada, seperti dalil-dalil yang bersumber dari ajaran agama (wahyu dari tuhan). Dalam pengertian yang kedua ini. Teori merupakan seperangkat prinsipyang berkaitan erat sebagai petunjuk praktis. Teori, tidak sekedar diartikan sebagai suatu penjelasan terhadap fenomena.

Sumber Buku: Pengantar Filsafat Pendidikan Drs. Uyoh Sadulloh, M,Pd. Penerbit: Alfabeta Bandung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intelektualisme Bertopeng Spiritualitas

Membaca Filsafat di Balik Kurikulum 2013   Selama Tiga Tahun(2004-2007), sebanyak 16 siswa yang bunuh diri akibat pelaksanaan UN(Republika,3/Mei/2014). Selama 2007-2014 belum di peroleh data yang memadai. Kasus terakhir adalah pwristiwa bunuh diri siswa bali. Leony AlvionitaS (14 tahun), siswa SMPN1 Tabanan, Bali di temukan gantung diri, leony bercerita tentang soal matematika dalam ujian nasional yang di anggapnya terlampaui sulit. Dia juga mengaku mendapatkan contekan dari teman-temannya, tetapi pengakuan itu membuat ibunya marah besar. Kemarahan itu membuat leony masuk kamar. Ibunya mengira dia mau ganti baju, tetapi ternyata tidak juga keluar kamar untuk makan siang. Halnya itu membuat sang ibu masuk kamar dan mensapati anaknya sudah menggantung dirinya dengan dasi.      Kasus itu sekurang-kurangnya memberikan hubungan antara kasus sosial dengan kebijakan pendidikan. Fakta dalam kebijakan pendidikan yang terlihat, pergantian pemimpin akan menggantikan kebijaka...

Revolusi Mental

Pengertian Revolusi Mental     Revolusi mental adalah reinterpretasi atas dasar-dasar filsafat bangsa yang berpengaruh pada tingkat makro hingga mikro dari proses penyelenggaraan pada negara saat ini maupun nanti. Hal itu tidak sulit bila dibaca sebagai bagian indonesia menuju idealitas sebagaimana yang dicita-citakan bersama.      Pentingnya revolusi mental merujuk pada beberapa kenyataan. Jajak pendapat yang dilakukan kompas(23 Mei 2011) membuktikan adanya diaorientasi pada masyarakat kita tentang pembangunan indinesia. Hasil penelitian menunjukkan 56,7 persen responden mengaku tidak paham dengan arah pembangunan ekonomi indonesia. Di bidang hukum, sebesar 60,0 persen responden mengaku tidak tahu orientasi penegakkan hukum dan HAM. Persentase tetinggi terdapat pada ketidaktahuan responden terhadap arag pembangunan indonesia, yakni 63,3 persen. Hilangnya motivasi membangun itu membawa implikasi terhadap tumpulnya ssmangat kebangsaan. Sekitar 76,7 persen resp...

Teori Talcott Parsons

      Talcott Parsons lahir di Spring, Colorado pada tanggal  13  Desember 1902 dan meninggal di Munchen, Bayern pada tanggal 18 Mei 1979.  Ayahnya bernama Edward Smith Parsons dan ibunya bernama  Marry Augusta Parsons.  Ayahnya seorang pendeta, professor dan kemudian menjadi rektor sebuah perguruan tinggi kecil. Parson mendapatkan gelar sarjana muda dari Universitas Amherst tahun 1924 dan menyiapkan disertasinya di London School of Economics.  Disamping itu ia dilengkapi oleh  teori fungsional antropologi dari Bronislaw- Malinosky. Di tahun berikutnya ia pindah ke Universitas Heidelberg Jerman. Parson sangat dipengaruhi karya Weber dan akhirnya menulis disertasi di Heidelberg, yang sebagian menjelaskan karya Weber. Parson mengajar di Harvard pada tahun 1927-1979. Kemajuan karirnya tidak begitu cepat, ia tidak mendapatkan jabatan professor hingga tahun 1939. Dua  tahun selanjutnya ia menerbitkan The Structure Of Social Action, sebu...