Langsung ke konten utama

Pendidikan PraKolonial

Di era sekarang ini banyak sekali anak muda yang kurang wawasan, kurang pengetahuan, sebenarnya mereka tau apa sih, ketika di tanya pendidikan prakolonial itu apa sih? Si Racap aja gak tau hadehhh, biar kita banyak tau mari kita membaca artikel yang satu ini, ingat ya makin banyak tau makin banyak deh wawasannya...

Pengertian Pendidikan Prakolonial
   Pendidikan Prakolonial di mengerti sebagai sebuah penyelenggaraan pendidikan yang di batasi oleh ruang waktu tertentu. Pembatasan ruang mengacu pada batas-batas politik yang terdapat di geografis tertentu sedangkan batasan waktu mengacu pada sebuah masa ketika praktik penjajahan belum dimulai. Geografis itu merujuk pada wilayah Nusantara sedangkan masa yang di maksud mengacu pada abad ke -17, yakni sebelum jan Peterson Coen melemparkan jangkar di pantai sunda kelapa.
   Pada abad ini akan dibahas tentang semangat pendisikan pada masa pra-kolonial dan sisa-sisanya pada masa sekarang. Masyarakat prakolonial memiliki model pemerinntahan kerajaan. Sementara itu, model pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan yang didasarkan pada pengetahuan keagamaan. Ditengah-tengah masyarakat rakyat nusantara, model pendidikan pesantren meruapakan bentuk pendisikan yang telah dijalankan berabad-abad bahkan hingga era kolonial. Dalam perkembanganmya, ada jalan cacing sosial ketika istitusi pesantren memproduksi identitas islam nusantara. Hal itu bertitik tolak belakang dari hasil penelitian Ronald Alan Bull yang memperlihatkan adanya hubungan antara pembentukan identitas sosial dan perkbangaan pesantren. Metode analisis memanfaatkan filsafat sosial, Khususnya dalam prespektif poskolonial dan dibantu oleh metode filsafat sosial berupa dialektika Hegel.

     Menurut Ki Hadjar Dewantara, Pendidikan modern baru diulayakan oleh pemerintah Hindia belanda dalam sistem perundang-undangan ("Regeeringsreglement", yakini singkatan dari Reglement op het beleid van regeering van Nederland Indie"). Ketika Napoleon jatuh, Belanda membentuk pemerintah pada 1816 di hindia belanda. Terdapat beberapa perubahan UUD, tetapi selama itu tidak menyentuh persoalan pendidikan di hindia belanda. Demikianlah pula pada tahun 1836 tidak pernah menyebbutkan tentang pendidikan. Barulah pada perubahan tahun 1856 terdapat pasal yang menyatakan bahwa "Het openbaar onderwijs wormt een voorwerp van aanhoudende zorg den gouverneur-generaal". Artinya : pengajaran negeri adalah hal yang senantiasa menjadi perhatian gubernur jendral. Pasal berikutnya memperlihatkan adanya keberpihakkan pemerintah hindia belanda. Bukti pasal 126 dikatakan bahwa " pemberianpengajaran kepada anak-anak bangsa eropa dibolehkan secara bebas"(194). Demikian pula pada pasal 127 berbunyi berikut ini: "Voldoend Openbaar Lager Onderwijs Moet dit Vordert en de omstandingheden het toelkaten". Artinya: harus ada pemberian pengajaran rendah dari pemerintah yang mencakupi keperluan bangsa Eropa". Keberpihakan tersebut jelas dilakukan kepada pihak eropa.

     Pada pasal 128 dalam soal itu menyebutkan " De Gouverneur-general zorgt Voor de opriching van scholen, tendenste van de inlandse bevoling". Dan ini berarti bahwa untuk rakjat gubernur djendral di serahi mendirikan sekolah-sekolah. Lain tidak: lebih dari mendirikan-pun tidak-tidak ada di sebut-sebut di situ tentang keharusan: tentang kebutuhan , tentang perlunja ada usaha jangmentjukupi dan lain-lain sebagainja (195).

    Pada masa itu, pendirian sekolah di kabupaten adalah untuk mendidikan calon pegawai. Dengan demikian, lahirlah sebuah peraturan tentang pendisikan pada masa itu, yang di sebut dengan "Reglement Voor het Inlasch onderwijs" (peraturan pengajaran untuk bumiputera).

Sumber: Buku Filsafat Pendidikan Masa Depan, Dr. Saifur Rohman , M.Hum, M.Si, Agus Wibowo, M.Pd. Penerbit: Pustaka Pelajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intelektualisme Bertopeng Spiritualitas

Membaca Filsafat di Balik Kurikulum 2013   Selama Tiga Tahun(2004-2007), sebanyak 16 siswa yang bunuh diri akibat pelaksanaan UN(Republika,3/Mei/2014). Selama 2007-2014 belum di peroleh data yang memadai. Kasus terakhir adalah pwristiwa bunuh diri siswa bali. Leony AlvionitaS (14 tahun), siswa SMPN1 Tabanan, Bali di temukan gantung diri, leony bercerita tentang soal matematika dalam ujian nasional yang di anggapnya terlampaui sulit. Dia juga mengaku mendapatkan contekan dari teman-temannya, tetapi pengakuan itu membuat ibunya marah besar. Kemarahan itu membuat leony masuk kamar. Ibunya mengira dia mau ganti baju, tetapi ternyata tidak juga keluar kamar untuk makan siang. Halnya itu membuat sang ibu masuk kamar dan mensapati anaknya sudah menggantung dirinya dengan dasi.      Kasus itu sekurang-kurangnya memberikan hubungan antara kasus sosial dengan kebijakan pendidikan. Fakta dalam kebijakan pendidikan yang terlihat, pergantian pemimpin akan menggantikan kebijaka...

Pengertian Sosiologi

Sosiologi  berasal dari bahasa Latin yaitu Socius  yang berarti kawan, sedangkan  Logos berati ilmu ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul " Cours De Philosophie Positive " karangan Auguste comt e (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang Masyarakat Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Ob...

Filsafat Aristoteles

Filsafat Aristoteles Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Ia dididik secara baik oleh lingkungan aristokrasi Makedonia dan mendapat asuhan dari bapaknya sendiri. Karena itu perhatiannya banyak tertumpah pada ilmu alamterutama ilmu biologi. Pada usia 18 mulai bergabung belajar di Akademi Plato dan menjadi murid Plato. Pada awal perkuliahan ia hanyalah mahasiswa biasa namun seiring berkembangnya ide dan pemikirian Aristoteles yang cemerlang belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Selain belajar Filosofi dan lainnya pada Plato, Aristoteles memperluas pengetahuannya dalam berbagai jurusan diluar Akademia, diperdalamnya pada guru-guru astronomi yang terkenal yaitu Eudoxos dan Kalippos.               Dengan menuntut pelajaran tersebut Aristoteles me...